
Memasuki musim hujan, kunjungan pasien di UPTD Puskesmas Takalala meningkat dibandingkan dengan sebelumnya. Khususnya pasien di rawat inap, kasus suspek Demam Berdarah Dengue (DBD) cukup banyak. Terdapat penelitian membuktikan bahwa semakin tinggi curah hujan dan kelembaban akan menyebabkan makin tinggi pula kejadian penyakit Demam Berdarah Dengue, dan semakin tinggi suhu maka semakin rendah kejadian penyakit Demam Berdarah Dengue. Jadi pengaruh iklim terutama curah hujan dan kelembaban memberi informasi masyarakat bahwa peningkatan jumlah jentik dan pupa juga meningkat. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat terdapat sebanyak 110.921 kasus DBD di Indonesia pada Januari hingga 31 Oktober 2019. Oleh karena itu, kita perlu melakukan pencegahan DBD mulai dari lingkungan sekitar kita.
Dalam penanganan DBD, peran serta masyarakat untuk menekan kasus ini sangat menentukan. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, tidak membunuh jentik-jentik nyamuk. Melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus secara rutin lebih efektif daripada fogging. Untuk menghilangkan jentik-jentik nyamuk itu lebih mudah daripada mengendalikan saat sudah menjadi nyamuk dewasa. Jadi, setiap keluarga hendaknya melakukan 3M Plus. Oleh karenanya program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus perlu terus dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun khususnya pada musim penghujan. Simak beberapa video berikut tentang PSN 3M Plus:
Apa itu PSN 3M Plus untuk mencegah DBD?
PSN adalah sebuah gerakan pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan 3M Plus. 3M Plus terdiri dari :
- Menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.
- Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya.
- Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah.
Plus-nya yaitu kegiatan pencegahan DBD lainnya, seperti :
- Menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.
- Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk.
- Menggunakan kelambu saat tidur.
- Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.
- Menanam tanaman pengusir nyamuk.
- Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah.
- Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.
Selain PSN 3M Plus, sejak Juni 2015 Kemenkes sudah mengenalkan program 1 rumah 1 Jumantik (juru pemantau jentik) untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat Demam Berdarah Dengue. Gerakan ini merupakan salah satu upaya preventif mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD) dari mulai pintu masuk negara sampai ke pintu rumah. Terjadinya KLB DBD di Indonesia berhubungan dengan berbagai faktor risiko, yaitu: 1) Lingkungan yang masih kondusif untuk terjadinya tempat perindukan nyamuk Aedes; 2) Pemahaman masyarakat yang masih terbatas mengenai pentingnya pemberantasan sarang nyamuk 3M Plus; 3) Perluasan daerah endemic akibat perubahan dan manipulasi lingkungan yang terjadi karena urbanisasi dan pembangunan tempat pemukiman baru; serta 4) Meningkatnya mobilitas penduduk.
