
Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer (Pimary Health Care (PHC)) merupakan salah satu pilar utama dalam agenda transformasi sistem kesehatan nasional yang saat ini sedang disusun oleh Tim Transformasi Kesehatan, Kementerian Kesehatan. Salah satu elemen penguatan PHC adalah terbangunnya kerangka kerja peningkatan mutu pelayanan (quality framework) melalui suatu sistem akreditasi fasilitas kesehatan primer yang kuat dan dengan manajemen yang baik sesuai dengan standar internasional.
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sebagai bagian integral dari fasilitas pelayanan kesehatan primer harus dapat menjawab tantangan utama pelayanan kesehatan dasar yaitu menyediakan dan memelihara keberlangsungan mutu pelayanan. Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan adalah melalui akreditasi. Tujuan utama akreditasi puskesmas adalah untuk pembinaan dan peningkatan mutu kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen, sistem manajemen mutu dan sistem penyelenggaraan pelayanan dan program, serta penerapan manajemen risiko, dan bukan sekedar penilaian untuk mendapatkan sertifikat
akreditasi.
Selama 3 (tiga) hari yaitu tanggal 20 – 22 Juli 2023 telah diselenggarakan Survei Re-Akreditasi UPTD Puskesmas Takalala oleh Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI). Tim Surveior dari LAFKI adalah Andi Firman, SKM., M.Adm.Kes sebagai ketua dan dr. Anugrah T. Lando sebagai anggota. Survei ini dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng, Sallang, SKM, M.Kes. “UPTD Puskesmas Takalala merupakan puskesmas yang pertama kali terakreditasi di Kabupaten Soppeng dengan status akreditasi Madya pada tahun 2016. Setelah itu di tahun 2019 disurvei kembali dan mendapatkan status akreditasi Utama. Pada hari ini disurvei kembali untuk ketiga kalinya dan harapan kami tentunya status akreditasi UPTD Puskesmas Takalala meningkat menjadi status Paripurna”, harapan Bapak Sallang, SKM., M.Kes dalam sambutannya.
Setelah dibuka, tim surveior mengambil alih kendali kegiatan selama 3 hari. “Tim surveior dari LAFKI tidak hanya menilai namun harapan dari lembaga adalah juga membimbing puskesmas yang disurvei. Dan tentunya proses survei dilakukan dengan sukacita.” ucap Bapak Andi Firman dalam sambutannya. Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, pelaksanaan untuk hari pertama yaitu dilakukan penelusuran dokumen. Hari kedua yaitu dilakukan penelusuran sistem penyelenggaran dan fasilitas. dan hari ketiga yaitu wawancara bersama lintas sektor dan pimpinan manajemen. Kegiatan survei berjalan dengan baik dan lancar.
Menurut surveior LAFKI, banyak kekuatan yang dimiliki oleh UPTD Puskesmas Takalala namun masih terdapat tantangan yang harus terus ditingkatkan. Hasil penilaian survei diumumkan paling lambat 14 (empat belas) hari setelah survei dilaksanakan.
Dokumentasi Kegiatan :



