TAKALALA, SOPPENG – Stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari minus dua standar deviasi median standar pertumbuhan anak dari WHO. Balita stunting termasuk masalah gizi kronik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Balita stunting di masa yang akan datang akan mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal.
Penyebab dari stunting adalah rendahnya asupan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan, yakni sejak janin hingga bayi umur dua tahun. Selain itu, buruknya fasilitas sanitasi, minimnya akses air bersih, dan kurangnya kebersihan lingkungan juga menjadi penyebab stunting. Kondisi kebersihan yang kurang terjaga membuat tubuh harus secara ekstra melawan sumber penyakit sehingga menghambat penyerapan gizi.
Stunting dapat dicegah, antara lain melalui pemenuhan kebutuhan gizi bagi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan kemudian dilanjutkan dengan MPASI. Orang tua juga diharapkan membawa balitanya secara rutin ke Posyandu, memenuhi kebutuhan air bersih, meningkatkan fasilitas sanitasi, serta menjaga kebersihan lingkungan.

Tim Penggerak Pemberdayaan dan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Soppeng melakukan kegiatan “Pemberian Bahan Makanan Tambahan Bagi Anak Stunting”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa (22/12/2020) di ruang pertemuan UPTD Puskesmas Takalala, Sebanyak 4 (empat) orang anak lingkup wilayah UPTD Puskesmas Takalala yang mengalami stunting diberikan bantuan. Bantuan berupa Sembilan Bahan Pokok (SEMBAKO) dengan tujuan dapat meningkatkan status gizi anak sasaran kegiatan ini. “Harapan kami dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan status gizi anak-anak stunting ahar dapat bersaing dengan anak yang sehat ke depannya. Satu bulan ke depan kami akan pantau apakah kegiatan ini tepat sasaran, ada manfaat dan perubahan sehingga pemerintah dapat terus memberikan bantuan kepada balita yang stuntin”, ucap tim PKK Kabupaten Soppeng dalam arahannya.
Kemudian Kepala UPTD Puskesmas Takalala menyambut dengan ramah adanya kegiatan ini. “Kami dari pihak puskesmas mengucapkan banyak terima kasih kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten Soppeng. Kegiatan ini sangat membantu untuk menangani kasus stunting yang ada di wilayah kami. Semoga dapat terus berjalan dan terpantau dengan baik.” Ucap Maesara Kadir, SKM selaku Kepala UPTD Puskesmas Takalala.
