Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) merupakan masalah kesehatan utama di negara maju maupun negara berkembang. Hipertensi menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya. Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum dan paling banyak disandang masyarakat. Hipertensi adalah penyakit kronik yang tidak bisa disembuhkan. Jadi kalau seseorang tekanan darahnya sudah mencapai target bukan berarti dia sembuh, tapi terkontrol. Kalau sudah terkontrol maka diharapkan penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal, risikonya akan menurun. Seseorang didiagnosis hipertensi jika hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan hasil tekanan sistol (angka yang pertama) ≥ 140 mmHg dan/atau tekanan diastol (angka yang kedua) ≥ 90 mmHg pada lebih dari 1(satu) kali kunjungan.
Hipertensi dapat dicegah dengan mengendalikan perilaku berisiko seperti merokok, diet yang tidak sehat seperti kurang konsumsi sayur dan buah serta konsumsi gula, garam dan lemak berlebih, obesitas, kurang aktifitas fisik, konsumsi alkohol berlebihan dan stres. Data Riskesdas 2018 pada penduduk usia 15 tahun keatas didapatkan data faktor risiko seperti proporsi masyarakat yang kurang makan sayur dan buah sebesar 95,5%, proporsi kurang aktifitas fisik 35,5%, proporsi merokok 29,3%, proporsi obesitas sentral 31% dan proporsi obesitas umum 21,8%. Data tersebut di atas menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan data Riskesdas tahun 2013.
Upaya yang telah dilakukan dalam pencegahan dan pengendalian Hipertensi diantaranya adalah meningkatkan promosi kesehatan melalui KIE dalam pengendalian Hipertensi dengan perilaku “CERDIK” dan “PATUH”; meningkatkan pencegahan dan pengendalian Hipertensi berbasis masyarakat dengan “Self Awareness” melalui pengukuran tekanan darah secara rutin; penguatan pelayanan kesehatan khususnya Hipertensi.
Hari Hipertensi Sedunia diperingati setiap tanggal 17 Mei. Tema Global Hari Hipertensi Sedunia Tahun 2021 ini adalah “Measure Your Blood Pressure Accurately, Control It, Live Longer”. Indonesia mengadopsi dengan tema : “Cegah dan Kendalikan Hipertensi dengan Tepat untuk Hidup Sehat Lebih Lama”. Tema ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan dan pengendalian hipertensi yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Masyarakat diimbau melakukan pengukuran tekanan darah secara mandiri atau di fasilitas pelayanan kesehatan secara berkala minimal 1 bulan sekali.
Dalam hari Hipertensi Sedunia tersebut Kemenkes RI bersama AMSA mengadakan Lomba Gerak Bersama Kemenkes dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk Senam CERDIK. Senam tersebut dilakukan selama 1 menit dengan backsound yang telah disiapkan. Alhamdulillah UPTD Puskesmas Takalala mendapatkan Juara 3 dalam lomba tingkat Nasional ini. Suatu pencapaian yang patut dibanggakan. Tiga juara dalam lomba tersebut akan berkesempatan Meet & Greet bersama Menteri Kesehatan RI dan diundang dalam Lokakarya Upaya Penanggulangan Hipertensi dengan tema Cegah dan Kendalikan Hipertensi Untuk Hidup Lebih Lama yang dilaksanakan di Bogor, Jawa Barat. Lokakarya ini dilaksanakan pada 9 – 11 Juni 2021.


Berikut adalah Senam CERDIK oleh UPTD Puskesmas Takalala beserta makna dari setiap gerakan :
https://www.facebook.com/100011607001277/videos/1257575541306001
[gview file=”https://pkm-takalala.soppeng.go.id/storage/2021/06/GERAK-BERSAMA-KEMENKES-UPTD-PUSKESMAS-TAKALALA.pdf”]

