SOPPENG – Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu. Biasanya KKN dilakukan oleh mahasiswa pada semester tingkat akhir sebelum menyusun skripsi. Salah satu universitas ternama di Indonesia, Universitas Hasanuddin, memiliki program KKN Profesi Kesehatan (KKN-PK) dimana pada tahun ini berlokasi di tiga tempat, yaitu Toraja, Takalar, dan Soppeng. Dalam KKN-PK, terdapat berbagai macam jurusan kesehatan yang disatukan dalam satu posko, yaitu jurusan kedokteran umum, kedokteran gigi, keperawatan, farmasi, fisioterapi, kesehatan masyarakat, dan kedokteran hewan. KKN-PK pada tahun ini berlangsung selama 28 hari terhitung mulai tanggal 20 Juni 2019.
UPTD Puskesmas Takalala berlokasi di kecamatan Marioriwawo. Di kecamatan ini, terdapat dua titik posko KKN-PK yaitu di Kelurahan Labessi dan Desa Congko. Dalam melaksanakan program kerja mereka, mahasiswa KKN-PK ini melakukan kerja sama dengan UPTD Puskesmas Takalala, yaitu Screening Penyakit Tidak Menular dalam rangka Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular, khususnya pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS). Screening dilakukan dengan anamnese faktor risiko yang meliputi riwayat merokok, makan sayur dan buah, sertas kemampuan aktivitas fisik. Dalam pelaksanaannya terlebih dahulu dilakukan pendaftaran. Kemudian dilakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut. Selanjutnya dilakukan pengukuran tekanan darah yang disusul dengan pemeriksaan gula darah.
Pemeriksaan Kesehatan di Kelurahan Labessi
Dari pemeriksaan yang dilakukan pada pukul 16.00 WITA hari Kamis (04/07) ini, total peserta adalah 37 orang. Dari 37 orang tersebut, terdapat 10 orang hipertensi dan 2 orang hiperglikemia. Setelah dilakukan pemeriksaan, dilanjutkan dengan Senam Labessi Sehat oleh mahasiswa KKN-PK Posko Labessi. Senam ini berguna untuk mencegah terjadinya penyakit tidak menular. Selain itu, dilakukan pula pemberian brosur tentang penyakit tidak menular.
Pemeriksaan Kesehatan di Desa Congko
Berbeda dengan di Desa Congko, peserta kegiatan ini dua kali lebih banyak. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at (05/07) pukul 10.00 WITA. Sebanyak 71 orang warga, terdapat 25 orang hipertensi dan 4 orang hiperglikemia. Setelah dilakukan pemeriksaan, dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan oleh Promkes UPTD Puskesmas Takalala. Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan warga dapat lebih memahami tentang penyakit tidak menular dan informasi kesehatan lainnya.
Bagi peserta yang didapatkan hasil pemeriksaan dengan tekanan darah tinggi dan gula darah sewaktu yang melewati batas normal dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut dan pengobatan. Dengan adanya kegiatan ini maka diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk periksa kesehatan dalam upaya mendeteksi dini faktor risiko dan penyakit tidak menular (EL/ANN/AS)














