

Penyakit cacar monyet menjadi kasus yang viral akhir-akhir ini. Publik dikejutkan dengan penemuan kasus penyebaran virus Monkeypox atau cacar monyet di Singapura. Pada hari Rabu lalu (8/5), seorang pria berkewarganegaraan Nigeria dinyatakan positif mengidap cacar monyet dan dibawa ke ruang isolasi di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular, serta keadaannya dikabarkan dalam kondisi stabil. Nah, dari kabar yang sempat menghebohkan tersebut, timbul pertanyaan: apakah cacar monyet itu, bagaimana gejalanya, sebegitu berbahayakah, dan bagaimana cara mencegahnya?
Apa cacar monyet itu?
Cacar monyet atau monkeypox adalah penyakit akibat virus yang ditularkan melalui binatang seperti monyet, tikus Gambia, dan tupai, melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, atau lesi pada kulit atau mukosa dari binatang yang tertular virus atau mengonsumsi binatang yang sudah terkontaminasi. Inang utama dari virus ini adalah rodent (tikus). Penularan dari manusia ke manusia sangat jarang.
Apa gejalanya?
Gejala cacar monyet sama dengan cacar lainnya. Biasanya timbul gejala 6-16 hari, tetapi dapat berkisar dari 5-12 hari.Penderita mengalami ruam pada kulit, demam, sakit kepala hebat, pembesaran kelenjar getah bening, dan gangguan pernafasan. Yang membuat penyakit itu berbahaya adalah ketika sudah berada di tahap radang pernapasan. Penyakit ini biasanya bersifat self limiting disease atau dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14-21 hari.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kasus kematian akibat cacar air antara satu sampai 10 persen dan sebagian besar terjadi pada kelompok usia dini. Hingga saat ini tidak ada perawatan khusus atau vaksin yang tersedia untuk infeksi cacar monyet.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Anung Sugihantono, M.Kes., menjelaskan bahwa hewan monyet menjadi inang dari virus monkeypox. Namun, jenis hewan monyet tersebut belum ditemukan di Indonesia. Di Indonesia tidak ditemukan inang infeksi monkeypox. Hingga saat ini mekanisme penularan ke manusia belum ada yang melalui manusia ke manusia, melainkan dari hewan ke manusia. Kendati demikian, pemerintah sudah siaga untuk mencegah masuknya virus monkeypox ke Tanah Air.
Bagaimana cara mencegah penularannya?
- Selalu berprilaku hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan dengan sabun
- Hindari kontak langsung dengan tikus atau primata, serta darah atau daging yang tidak dimasak dengan baik
- Hindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau material yang terkontaminasi
- Menghindari kontak dengan hewan liar atau mengonsumsi daging yang diburu oleh hewan liar
- Bila ada gejala, segera periksa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat
- Petugas kesehatan agar menggunakan sarung tangan dan baju pelindung saat menangani pasien atau binatang yang sakit.
Sumber: Kemenkes RI
Surat Edaran Kemenkes RI
[gview file=”https://pkm-takalala.soppeng.go.id/storage/2019/05/SE-tentang-Kewaspadaan-Importasi-Penyakit-Monkeypox.pdf”]

