TAKALALA, SOPPENG – Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan di Kabupaten Soppeng setiap tahunnya. Penyakit DBD yang semakin menyebar belum sepenuhnya dapat diatasi untuk di Kabupaten Soppeng. Mengantisipasi DBD yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang terkontaminasi oleh virus dengue, Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng akan menggelar Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (GERTAK PSN). Pada hari Rabu (22/05), Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kab. Soppeng yang diwakili oleh ibu Oderna, SKM., M.PH dan ibu Rahmawati, SKM melakukan Sosialisasi Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (GERTAK PSN) dalam Rangka Pengendalian Penyakit DBD di Ruang Pertemuan UPTD Puskesmas Takalala.

Sebanyak 50 orang Kader Sektor UPTD Puskesmas Takalala diundang dalam kegiatan ini. Dengan demikian, kader dapat menyampaikan hasil dari Sosialisasi kegiatan ini kepada masyarakat di wilayah mereka masing-masing.
Pada pukul 10.00 WITA acara dibuka dengan sambutan Kepala UPTD Puskesmas Takalala, bapak Maesara Kadir, SKM. Setelah sambutannya, beliau melanjutakan materi tentang Kebijakan dan Strategi Upaya Kesehatan. Dalam materi nya, beliau mengharapkan untuk selalu mensosialisasikan tentang penyakit DBD secara serentak. “Peranan seluruh sektor secara maksimal sangat dibutuhkan. Pemberantasan harus dilakukan secara serentak! Jika tidak serentak, hasilnya tidak akan maksimal. Semoga angka orang sakit karena penyakit DBD setelah sosialisasi ini dapat berkurang”, tegas bapak Maesara dalam materinya.

Selanjutnya dilanjutkan dengan materi kedua tentang Penyakit Demam Berdarah oleh ibu Oderna, SKM. Disini dijelaskan tentang penyakit demam berdarah secara umum. Kemudian dilanjutkan dengan materi ketiga tentang Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik. Jumantik merupakan singkatan dari Juru Pemantau Jentik, dengan demikian gerakan 1 rumah 1 jumantik ini diharapkan jentik dalam 1 rumah dapat terpantau. Dalam materi ini, para kader dipandu dalam mengawasi jentik setiap rumah yang ada di wilayah mereka. (AS/NAI/RSN)
