Pandemi Covid-19 telah memporakporandakan semua sektor kehidupan. Sektor yang paling banyak terekpos dari segi kesehatan dan ekonomi. Ada beberapa hal yang terimbas dari menanjaknya kasus Covid-19 ini meski jarang misalnya pada kehidupan ibu dan balita, termasuk pemberian ASI bagi bayi balita. Di wilayah UPTD puskesmas Takalala pada bulan Januari- Juni tahun 2021 terdapat 7 (tujuh) dari 84 orang (8,3 %) penderita terkonfirmasi Covid-19 yang masih sementara menyusui, sesuai yang dikonfirmasi oleh Kepala Puskesmas Takalala “ Iya. Ada beberapa yang masih sementara menyusui” tuturnya pada saat ditemui oleh PERS Website Puskesmas Takalala. Ibu-ibu ini memiliki bayi dengan rentang usia 8 – 20 bulan dengan status bayi dan anak tidak terkonfirmasi Covid-19 setelah pemeriksaan PCR karena merupakan kontak erat dari ibunya. Tetap bertahan memberikan ASI dengan status ibu positif Covid-19 sementara anak sehat merupakan tantangan tersendiri bagi ibu bayi. Menyusui dengan status terkonfirmasi Covid-19 tentu mempunyai beban yang berat, diperlukan tekad yang kuat serta dukungan yang mumpuni dari lingkungan sekitar. Di satu sisi si pasien harus memikirkan kondisi fisiknya yang sedang terinfeksi virus Covid-19, akan tetapi di sisi lain harus memikirkan bagaimana tetap bisa memberikan ASI bagi anaknya dengan aman.
Seorang ibu yang terkonfirmasi Covid 19 di wilayah ini menginformasikan bahwa setelah mendapat kabar dirinya mendapatkan dirinya terkonfirmasi Covid merasa tertekan dan stres karena memikirkan harus isolasi dan jaga jarak dari bayinya. Karena stres ini menyebabkan produksi ASI nya menjadi berkurang. Seorang ibu lain yang berhasil ditemui juga ikut menuturkan “Saya sangat berhati-hati menyentuh bayi saya , pisah kamar dan hanya mengambilnya jika akan menyusuinya“.
Sementara ibu bayi dengan umur bayi 8 bulan menyatakan hal terberat selama menyuusi dengan status terkonfirmasi Covid-19 adalah ketika ASI yang dipompa tidak mencukupi sehingga menyusui langsung kepada bayi. Hal yang sangat berbeda dirasakannya adalah pada saat sebelum terkonfirmasi Covid-19 dirinya bisa menyusui sambil mengelus-elus dan menciumnya, sementara sekarang harus menyusui dengan kontak minimal dengan bayi. Selain itu dengan berkurangnya frekuensi menyusui langsung dengan bayinya menyebabkan berkurangnya bonding (ikatan batin antara ibu dan bayi) dengan bayinya.
“Saya sampai menangis jika menyusui dan tidak bisa menciumnya dan saya harus bertahan seperti ini selama 14 hari “ tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Keseluruhan ibu bayi ini mendapatkan pemantauan kesehatan oleh UPTD Puskesmas Takalala termasuk protap menyusui selama isolasi mandiri. Juga telah diberikan edukasi kepada keluarga untuk terus memberikan dukungan bagi kelanjutan pemberian ASI selama ibunya menjalani isolasi mandiri
Menyusui dengan status terkonfirmasi Covid-19 telah mendapatkan panduan dari Kemenkes dan ikatan Dokter Anak Indonesia dengan panduan selalu memakai masker saaat menyusui dan merawat bayi, mencuci tangan sebelum dan sesudah memeganng bayi, membersihkan dan mendisinfeksi benda-benda yang sering disentuh ibu. Hal ini dalam upaya memberikan perlindungan alami kepada bayi melalui ASI, pun antibodi dari ibu jika ibu telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 . Selamat berjuang mengASIhi para ibu-ibu yang terkonfirmasi Covid-19. Semoga pandemi ini segera berakhir, sehingga ibu kembali menyusui dengan kondisi normal. (ANN)

