TAKALALA, SOPPENG – Pemerintah Kabupaten Soppeng melakukan berbagai macam inovasi dalam pemutusan rantai Covid-19. Saat ini Pemerintah Kabupaten Soppeng memiliki Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) swab dan ruang isolasi pasien Covid-19. Pemkab Soppeng kemudian menciptakan mobil bus uji swab, yang akan berkeliling di delapan Kecamatan yang ada di Kabupaten Soppeng untuk uji sampel swab masyarakat secara massal. Masyarakat tak perlu khawatir saat pengambilan swab karena mobil tersebut memiliki teknologi Hepa Filter, yakni untuk menyaring udara agar terbebas dari partikel debu, bakteri, dan virus sehingga udara yang dihirup merupakan udara bersih.

Pengujian Swab di Wilayah UPTD Puskesmas Takalala
Pada hari Senin (18/05/2020) berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng dilakukan pengambilan swab untuk Desa dan Kelurahan Wilayah UPTD Puskesmas Takalala. Pada pukul 10.00 WITA mobil bus uji swab yang diisi oleh petugas Labkesda Soppeng memasuki wilayah UPTD Puskesmas Takalala.

Sebanyak 51 orang warga yang diperiksa merupakan orang yang pernah ke luar negeri atau pulau Jawa selama se-bulan terakhir. Warga tersebut terdiri dari 24 orang dari Kelurahan Tettikenrarae, 5 orang dari Kelurahan Labessi, 14 orang dari Desa Mariorilau, dan 8 orang dari Desa Congko. Tercatat bahwa sebanyak 11 orang pernah ke luar dan 40 orang pernah ke pulau Jawa.

Warga dihubungi melalui data yang telah dikumpulkan oleh tim Satgas Covid-19 UPTD Puskesmas Takalala. Kemudian datang ke puskesmas dengan mencuci tangan terlebih dahulu dengan sabun sebelum memasuki wilayah puskesmas dan tentunya diwajibkan menggunakan masker. Setelah tiba di puskesmas, warga menunggu giliran untuk dipanggil oleh petugas. Warga yang dipanggil kemudian di-rapid-screening (skrining cepat) berupa wawancara singkat dan pengecekan suhu tubuh. Selanjutnya diarahkan menuju mobil bus uji swab untuk dilakukan pengambilan sampel. Setelah itu warga dibolehkan untuk kembali ke rumah masing-masing.
Dengan adanya mobil pelayanan uji swab ini, Bupati Soppeng H. Andi Kaswadi Razak berharap virus corona (Covid-19) ini berakhir penyebarannya di akhir bulan Juli.
