TAKALALA, SOPPENG – Perilaku hidup bersih dan sehat memegang andil dalam mencegah penyebaran penyakit. Meskipun prilaku ini sudah rutin dilakukan, namun masih ada faktor lain yang memungkinkan terjadinya penularan penyakit, salah satunya oleh binatang vektor yang sering dijumpai di lingkungan dan menjadi penyumbang terbesar tingginya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular. Vektor yang dimaksud disini ialah organisme yang menularkan patogen dan parasit, dari satu manusia atau hewan yang terinfeksi kepada manusia lain. Vektor yang paling dikenal menjadi penyebab penularan penyakit ialah nyamuk Aedes aegypti (demam berdarah dengue atau Dengue Hemorrhagic Fever).
Atas dasar urgensi untuk mengenali dan memahami penyakit-penyakit yang ditimbulkan oleh vektor dan pencegahannya, maka UPTD Puskesmas Takalala menyelenggarakan suatu kegiatan yang bertajuk: Orientasi Vektor bagi Kader Jumantik Cilik.

Dalam kegiatan ini, sebanyak 26 sekolah di wilayah kerja UPTD Puskesmas Takalala diundang. Setiap sekolah mengutus satu perwakilan guru UKS dan seorang siswa(i) untuk hadir dalam kegiatan ini. Sosialisasi ini dilaksanakan pada hari Selasa (21/05) di Ruang Pertemuan UPTD Puskesmas Takalala. Materi sosialisasi dibawakan oleh dr. Nur Amaliah Idrus dan ibu Hamrah, SKM.
Acara dibuka pada pukul 10.30 WITA, dimulai dengan sambutan Kepala UPTD Puskesmas Takalala, bapak Maesara Kadir, SKM. “Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menerapkan pola hidup sehat dan bersih”, ucap Bapak Maesara dalam sambutannya. “Kita harus melalukan pengendalian terhadap jentik nyamuk penyebab DBD. Jika ada yang terkena penyakit demam berdarah, langsung segera melapor ke Puskesmas”, lanjut beliau.
Setelah sambutan, lanjut ke pemberian materi oleh dr. Nur Amaliah Idrus tentang penyakit demam berdarah dan penyakit demam tifoid. Kemudian dilanjutkan dengan materi oleh ibu Hamrah, SKM. tentang kesehatan lingkungan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan penyakit dari lingkungan sekitar khususnya yang disebabkan oleh Vektor dapat mulai dicegah mulai dari kalangan sekolah.
