TAKALALA, SOPPENG – Setelah dilakukannya Sosialisasi Kesehatan Mata pada Anak bulan lalu, kini HKI bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng dan beberapa Puskesmas di Kabupaten Soppeng melaksanakan Pelatihan Kesehatan Mata Anak Berbabasis Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Bagi Guru SD/SMP Se-Derajat. Helen Keller International (HKI) adalah sebuah organisasi yang memberantas penyebab dan konsekuensi kebutaan dan kekurangan gizi dengan menyusun program berdasarkan bukti dan penelitian dalam penglihatan, kesehatan dan nutrisi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menyebarkan informasi tentang kesehatan mata anak kepada peserta pelatihan dalam rangka mencegah kebutaan pada anak, mengidentifikasi lebih awal anak yang diduga memiliki gangguan kesehatan mata, dan melatih keterampilan skrining tajam penglihatan kepada peserta pilihan.

Bertempat di Kantor Camat Marioriwawo pada hari Rabu, 17 Juli 2019, dilakukan Pelatihan Kesehatan Mata Anak khusus untuk UPTD Puskesmas Takalala dan UPTD Puskesmas Citta. Adapun peserta pelatihan ini berasal dari 2 (dua) Sekolah Dasar yakni SDN 135 Salebbo dan SDN 96 Citta, dan 5 (lima) Sekolah Menengah Pertama yakni SMPN 1 Takalala, SMPN 5 Mariorilau, MTSN Takalala, SMPN 4 Liliriaja (Citta), dan SMPN 5 Liliriaja (Tinco). Pelatihan ini dibawakan oleh Penanggungjawab Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Penanggungjawab Indera dari masing-masing puskesmas, perwakilan dari HKI yakni Mariati Atkah, dan Distric Officer Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng.

Praktek Langsung di SD Negeri 135 Salebbo
Setelah dilakukan pelatihan di Kantor Camat Marioriwawo, selanjutnya dilakukan praktek langsung terhadap siswa. Adapun sekolah tempat praktek langsung dari pelatihan ini adalah SDN 135 Salebbo. Dari praktek langsung ini, diharapkan guru SD/SMP dapat melakukan skrining tajam penglihatan kepada peserta didik mereka.

Dari kegiatan ini, kedepannya peserta pelatihan dapat mengetahui kebutaan anak dan dampaknya, mengidentifikasi anak yang diduga memiliki gangguan kesehatan mata, serta menyarankan orang tua anak yang teridentifikasi ke puskesmas. (EL/AS)
