SOPPENG – Telah dilaksakan Pertemuan Peningkatan Kapasitas Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular (PANDU PTM) Tingkat Kabupaten Soppeng. Kegiatan ini dihadiri oleh dokter umum, petugas PTM, dan kader dari setiap puskesmas yang ada di Kabupaten Soppeng. Kegiatan ini berlangsung selama 2 (dua) hari, 25-26 Oktober 2019. Kegiatan diawali dengan arahan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng sekaligus materi tentang Kebijakan & Strategi PTM menuju Indonesia Sehat dengan menekankan bahwa Penyakit Tidak Menular saat ini menjadi pembunuh nomor satu di dunia diakibatkan oleh gaya hidup seperti kurangnya aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah menurun, rasa malas untuk mengecek kesehatan, dan meningkatnya konsumsi makanan siap saji. Besar harapan beliau agar masyarakat dapat mengontrol kesehatannya saat kondisi sehat. “Mari tingkatkan kunjungan puskesmas dengan orang-orang sehat!”.

Hadir pula Staf Pengelola Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan yaitu Ibu Wahida, SKM. Beliau membawakan materi tentang Penanggulangan Penyakit Tidak Menular secara Terpadu di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Beliau menekankaan untuk melaksanakan PANDU PTM di puskesmas sebagai wujud pencegahan PTM di dalam gedung. Sasaran PANDU PTM yaitu seluruh masyarakat yang berumur 15 tahun ke atas yang diperiksa secara lengkap mulai dari anamnesa, pengkajian hingga pengobatan dan edukasi.

Bagi yang menderita PTM senantiasa dianjurkan untuk PATUH yaitu:
- Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter
- Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur
- Tetap diet dengan gizi seimbang
- Upayakan aktivitas fisik dengan aman
- Hindari asap rokok, alkohol dan zat karsinogenik lainnya.
Dan bagi yang beresiko PTM senantiasa dianjurkan untuk CERDIK yaitu:
- Cek kesehatan secara rutin
- Enyahkan asap rokok
- Rutin beraktivitas fisik
- Diet seimbang
- Istirahat cukup
- Kelola stres
Bagi petugas PANDU PTM yang melakukan pengkajian lengkap mampu mendeteksi faktor resiko penyakit jantung 10 tahun mendatang bagi pasien dengan menggunakan CARTA. Dengan mengetahui faktor resiko ini maka kita mampu melakukan upaya-upaya pencegahan sedini mungkin.
[gview file=”https://pkm-takalala.soppeng.go.id/storage/2019/10/CARTA.pdf”]

Pada hari Kedua (26/10/2019) diawali dengan pengantar oleh Bapak Muh. Parham, SKM selaku Kasi PTM dan Keswa Dinas Kesehatan Kab. Soppeng dengan review materi dan studi kasus dengan CARTA. Selanjutnya dibawakan materi oleh Ibu Eny Ariani, SKM., M.Kes. selaku Seksi P2PTM dan Keswa Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) dalam Program Pencegahan dan Pengendalian PTM serta Sistem Informasi PTM. Beliau menekankan bahwa PTM masuk ke dalam target SPM yang hendaknya tercapai 100% meliputi hipertensi, diabetes, dan usia produktif. Data Pengelola PTM hendaknya terintegrasi pada SIPTM. Semua data PANDU PTM dn POSBINDU PTM harus diupload secara online.

Tindak lanjut pada pertemuan ini, diharapkan seluruh peserta yang hadir baik dokter, petugas PTM dan kader dapat saling bekerja sama dalam penerapannya dan diharapkan kepada seluruh puskesmas dapat mendukung kegiatan ini baik PANDU PTM (di dalam gedung puskesmas) maupun POSBINDU PTM (di luar gedung puskesmas). (EL/AS)
