SOPPENG – UPTD Puskesmas Takalala tahun 2020 akan lebih fokus pada capaian SPM (Standar Pelayanan Minimal) dimana kegiatan pendukungnya yaitu P2PTM (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular) yang terdiri dari SPM usia produktif, SPM hipertensi (HT) dan SPM diabetes militus (DM). Agar kerja pemegang program dapat lebih maksimal, maka petugas P2PTM UPTD Puskesmas Takalala terlibat dalam pertemuan rutin pengelola PTM yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng pada hari Selasa tanggal 28 januari 2019 di Aula pertemuan Dinkes Kab. Soppeng. Kegiatan ini dihadiri oleh 20 orang Pengelola Program PTM dan Program Indera dari setiap Puskesmas di Kabupaten Soppeng.
Adapun agenda pada pertemuan ini diawali dengan Pembukaan kemudian dilanjutkan dengan Pemaparan Program PTM 2020 dan Pembahasan SPM oleh Muh Parham SKM (Kasie PTM & Keswa) bersama tim yaitu Maya Syofiah Hs (Petugas Pengelola PTM Dinkes) dan Minarti Sappe (Staf PTM Dinkes). Selanjutnya Pembahasan Capaian Kinerja Puskesmas tahun 2019 oleh Amriani Rauf SKM (Kasie Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Peningkatan Mutu) memaparkan tentang capaian kinerja PTM & Kes. Indera. Setelah dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab.
Adapun hasil dari pertemuan ini adalah sebagai berikut:
- Untuk mengetahui jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas bisa mengambil data di Biro Pusat Statistik (BPS ) atau BKKBN Kab. Soppeng
- SPM untuk Usia Produktif adalah 50 % dari jumlah penduduk umur 15 tahun – 59 tahun
- SPM untuk Hipertensi adalah 42,6 % dari jumlah penduduk 15 tahun ke atas
- SPM utk Diabetes Melitus adalah 2,3 % dari jumlah penduduk 15 tahun ke atas
- Kriteria Hipetensi dan DM mengikuti format skrening dan SIPTM
- Semua pasien yang mendapatkan pelayanan di bulan Januari 2020 terhitung pasien baru

Untuk semua Puskesmas diharapkan tetap menjalankan program Posbindu sambil menunggu pengadaan strip pemeriksaan darah. Kemudian untuk petugas PTM harap memasukkan laporan bulanan PTM rawat jalan dan rawat Inap, Posbidu, Pandu, Laporan IVA Sadanis paling lambat tanggal 6 bulan berjalan. Serta masing-masing Puskesmas memiliki Buku Register khusus Hipetensi dan DM.
Dengan adanya pertemuan ini, kegiatan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dapat lebih maksimal kedepannya.
