CONGKO, SOPPENG – Kejadian balita pendek atau biasa disebut dengan stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia saat ini. Pada tahun 2017 22,2% atau sekitar 150,8 juta balita di dunia mengalami stunting. Namun angka ini sudah mengalami penurunan jika dibandingkan dengan angka stunting pada tahun 2000 yaitu 32,6%. Data prevalensi balita stunting yang dikumpulkan World Health Organization (WHO), Indonesia termasuk ke dalam negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di regional Asia Tenggara/South-East Asia Regional (SEAR). Rata-rata prevalensi balita stunting di Indonesia tahun 2005-2017 adalah 36,4%.

Di Desa Congko, UPTD Puskesmas Takalala diundang sebagai narasumber dalam kegiatan “Pencegahan dan Penanganan Stunting Desa Congko” pada hari Senin (26/08/2019). Adapun yang membawakan materi adalah bapak Kepala UPTD Puskesmas Takalala, Maesara Kadir, SKM. Ada 3 (tiga) pokok pembahasan yang dibawakan yaitu pencegahan stunting, cakupan ibu hamil, dan cakupan gizi bagi ibu hamil dan balita. Peserta kegiatan ini terdiri dari ibu hamil dan balita.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Desa Congko ini dirangkaikan dengan Skrining Penyakit Tidak Menular oleh Tim Skrining PTM UPTD Puskesmas Takalala. Total peserta yang diskrining sebanyak 27 orang yang terdiri dari Staff Desa dan peserta sosialisasi. Adapun hasil dari skrining ini adalah hipertensi 3 orang, hiperglikemia 3 orang, hiperurisemia 1 orang, hiperkolesterolemia 4 orang, obesitas umum 10 orang, dan obesitas sentral 7 orang.



Bagi warga yang memiliki tekanan darah, kolesterol, asam urat, dan gula darah yang tinggi, diinfokan untuk ke FKTP terdekat untuk pengobatan lebih lanjut.
