Sekitar 1,4 juta kasus kebutaan di Indonesia termasuk kebutaan pada balita hingga anak usia sekolah. Tantangan terbesar di masa pandemi covid-19 ini yaitu meningkatnya penggunaan gadget untuk pembelajaran online. Masalah kesehatan mata yang sering muncul yaitu mata kering, mata lelah, mata merah dan bahkan gangguan penglihatan (refraksi). Oleh karena itu dilaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Advokasi tentang Layanan Refraksi dan Distribusi Kacamata Bagi Lintas Sektor dan Lintas Program Tingkat Kab. Soppeng Tahun 2020. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Pelatihan Kesehatan Mata Anak Berbabasis Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Bagi Guru SD/SMP Se-Derajat yang dilaksanakan pada tahun 2019.
Kegiatan ini dihadiri oleh 46 orang peserta yang terdiri dari Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Soppeng, Kepala Kementerian Agama Kab. Soppeng, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala UPTD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan se-Kabupaten Soppeng, Kepala UPTD Puskesmas se-Kabupaten Soppeng, dan Pengelola Program Indera Puskesmas se-Kabupaten Soppeng. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 2020 di Gedung Pertemuan Hotel Grand Aisha, Watansoppeng.
Kegiatan dimulai pukul 09.00 WITA diawali dengan laporan ketua panitia oleh Ernawati, SKM. (Kabid P2P Dinas Kesehatan Kab.Soppeng). Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan oleh Sallang, SKM.,M.Kes. (Kepala Dinas Kesehatan Kab.Soppeng). Dalam sambutannya beliau menekankan untuk advokasi kesehatan mata bagi anak zaman sekarang ini yang hampir seluruhnya memiliki gadget, khususnya yang digunakan untuk pembelajaran online. Setelah itu dilanjutkan dengan pembahasan tehnis jadwal kegiatan refraksi dan distribusi kacamata ke anak sekolah sasaran yang dibawakan oleh Ernawati, SKM. (Kabid P2P Dinas Kesehatan Kab.Soppeng) disertai dengan sesi tanya jawab. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan tehnis kegiatan oleh perwakilan HKI (Hellen Keller International).
Untuk wilayah UPTD Puskesmas Takalala terdiri dari 4 sekolah yaitu SDN Negeri 135 Selebbo, SMPN 1 Marioriwawo, SMPN 5 Marioriwawo, dan MTs Negeri Soppeng. Sejumlah 64 siswa akan dilakukan advokasi yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2020 yang berlokasi di UPTD Puskesmas Takalala. Setiap siswa akan diperiksa ulang dan jika benar gagal skrining maka siswa memiliki kelainan refraksi sehingga akan diberikan kacamata sebagai alat bantu untuk memaksimalkan fungsi indera penglihatan siswa.
Pihak puskesmas dan lintas sektor terkait nantinya akan turut berpartisipasi saat pelaksanaan kegiatan sesuai jadwal. Setiap anak sekolah yang merupakan sasaran kegiatan nantinya akan dihadirkan semua sesuai jadwal. Penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan harus dilakukan yaitu cuci tangan sebelum dan setelah tindakan, memakai masker dan jaga jarak.







