Pengelolaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai di UPTD Puskesmas Takalala merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan, mengingat dengan pengelolaan Sediaan Farmasi dan BMHP yang tidak sesuai dengan prosedur yang tepat akan terjadi masalah tumpang tindih anggaran dan pemakaian yang tidak tepat guna. Pengelolaan Obat yang tidak efisien menyebabkan tingkat ketersediaan obat menjadi berkurang, terjadi kekosongan obat, banyaknya obat yang menumpuk akibat perencanaan obat yang tidak sesuai, serta tidak maksimalnya ketersediaan dan penggunaan obat program akibat lemahnya koordinasi antara pengelola obat dan penanggung jawab unit dan jaringan puskesmas.
Mengingat bahwa Sediaan Farmasi dan BMHP merupakan elemen penting dalam pelayanan kesehatan maka pengelolaan Sediaan Farmasi dan BMHP di UPTD Puskesmas Takalala terus ditingkatkan dan diperbaiki sehingga dapat UPTD Puskesmas Takalala dapat memberikan pelayanan maksimal untuk masyarakat. Oleh karena itu, dilakukan sebuah inovasi khususnya dalam sistem distribusi dan pembuatan laporan Sediaan Farmasi dan BMHP di UPTD Puskesmas Takalala dengan nama “SECEPAT KILAT” (SistEm CEPAT Kelola distribusI dan Laporan obAT). Inovasi ini memiliki manfaat yang sangat berpengaruh di UPTD Puskesmas Takalala pada bagian pendistribusi dan pelaporan obat dan BMHP.

Sebelum tahun 2019, sistem distribusi dan pembuatan laporan Sediaan Farmasi dan BMHP di UPTD Puskesmas Takalala masih menggunakan sistem konvensional. Dengan menggunakan sistem konvensional, distribusi Sediaan Farmasi dan BMHP membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses persiapannya. Sejak dilakukan inovasi SECEPAT KILAT yang merupakan sistem berbasis teknologi maka proses permintaan dan pelaporan Sediaan Farmasi dan BMHP dilakukan kapan saja dan dimana saja serta membutuhkan waktu yang singkat. Inovasi ini sangat berdampak saat kasus COVID-19 melonjak di Indonesia. Dengan sistem SECEPAT KILAT yang hanya membutuhkan smartphone atau komputerdan jaringan internet, penanggungjawab unit dan jaringan puskesmas tidak perlu lagi bertemu dengan penanggungjawab gudang untuk memberikan laporan, mengetahui stok yang terdapat di gudang, dan melakukan permintaan.
Inovasi SECEPAT KILAT dicetus oleh Akhyar Sukardi, S.Si.Apt pada tahun 2019. Dalam proses perjalanannya mulai mendapatkan SK Kepala UPTD Puskesmas Takalala tanggal 11 November 2019 dan SK Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng tanggal 06 April 2020. Aplikasi SECEPAT KILAT ini terus dikembangkan seiring waktu berjalan.
Manual Book Aplikasi SECEPAT KILAT :
Dokumentasi Kegiatan Sosialisasi dan Monitoring Penggunaan Aplikasi SECEPAT KILAT :



